Dear My Friend,
Actually, I'm a 'boyfriendship' person, not really a 'girlfriendship' person. Saya merasa lebih nyaman berada di boys teritorial. Dan itulah sebabnya, sampai saat ini Saya tidak punya banyak sahabat bergender perempuan. Pity of me.
Once upon a time, I've met one girlfriend. I think she's kinda same with me, also look a like me! I'm not joking, people oftenly think that she as me and me as her. Hem. And I also think that we have --almost--same story of life. We both virgo, 1st child on a family tree, having a double family, almost same interests. I though that's many sames can make us a couple of best friend.
But, I dont know, what happen with our relationship. Everything changed. Some misunderstood, some silences, some shit happens. We never talk each other anymore. But honestly, even we're not currently noted as mutual friend again, I still thinking of her. When her ex boyfriend/also my best friend get married, I cry like a baby [why? Maybe, I can feel her feeling or I thinking about the past time. How we spend many time together, how we passed the bad time together].
So happy to hear that you're okey and so damn fine with your complicated life. Eventhough, you must be so sad and desperate inside. I now it, dear, I can feel it also. Denialed everything is one way to run yr life. But it's okey as long as can make you more tough. It's very ticky when you said you have to hide me on yr fb account because you dont want to see anyone who could remind you to your exboyfriend. And I try to understand it. And its getting more ticky when you still keep everyone but me who can reminding you to yr exboyfriend! It's kinda hurt, u know.
Hmm, I wrote this letter, because I had a bad dream last nite. And you're inside my dream as an angel and I'm as a devil who maintain my self existence. Hmm. Maybe it's representating one of my feel about our relationship. Mad or sad? It's show me that there's a chapter of my life that disturbing me alot.
I miss U girl. And I hope, one time, we can meet, talk, hug. I hope u're always fine w yr life. I pray for you.
Ps: just courious, are you even thinking about this? Or it's just me and my Virgo's curses....
Rabu, 18 Agustus 2010
Selasa, 03 Agustus 2010
Mencari Jalan Ke Ipanema.
Hari ini kembali ke 10 tahun yang lalu. Short haircut, wool sweater, cheesy smile, dan orange lollypop. Yang berbeda adalah Edith tidak lagi berbagpack. Edith sekarang berbagpounch manik-manik berlayer-layer dan bersendal jepit kulit ular.
Hari ini Edith berlari dengan dua bongkahan besar es balok dipundaknya. Es balok yang berukirkan tulisan: LIFE & RESPONSIBILITY. Misi Edith adalah berlari keliling kota di terik matahari dan mempertahankan huruf-huruf di es baloknya tetap utuh. Untuk kali ini, Edith melakukannya dengan riang dan suka cita. Tidak seperti 10 tahun lalu ketika jaman kegelapan dalam hidupnya masih berlangsung.
Di musim yang aneh ini, matahari seringkali menaikkan volume keterikannya. Tapi dalam ‘Edith & es balok situation’, matahari memilih menaikkan standar terik ke level yang lebih tinggi. Senyuman di muka Edith sepertinya sudah mulai mencair.
Balok es. LIFE & RESPONSIBILITY. Edith memilihnya sebagai tantangan hari ini. Disaat seperti ini, kadangkala angin menjadi teman baik yang mendinginkan suhu tubuh. Tapi angin juga bisa berubah menjadi musuh, bertiup terlalu kencang dan membawa debu masuk ke dalam mata, hidung, mulut, dan telinga. Mengerti kan maksudku? Angin bukanlah selalu menjadi udara yang bertiup. Dan debu bukan selalu menjadi partikel yang terlihat.
Sore menjelang. Matahari masih terik. Seolah-olah bulatannya ingin segera menabrakan diri dengan bumi. Edith masih berlari berkeliling. Es baloknya sudah mulai mencair. Banyak. Kira-kira sudah setengah huruf menghilang. Tulisan di es balok Edith: {setengah} LIFE & {setengah} RESPONSIBILITY. Tidak ada seorangpun yang menyuruh berlari apalagi berusaha menghentikannya. Itu adalah pilihan sendiri. Edith mulai kelelahan. Mukanya masih berusaha tersenyum berharap musim dingin datang untuk membekukan es baloknya, menumbuhkan kembali huruf-huruf yang telah hilang sekaligus memberinya pilihan kata-kata baru.
Edith is a ‘life’. And she choose ‘responsibility’ to make her life [still] alive.
ami
Hari ini Edith berlari dengan dua bongkahan besar es balok dipundaknya. Es balok yang berukirkan tulisan: LIFE & RESPONSIBILITY. Misi Edith adalah berlari keliling kota di terik matahari dan mempertahankan huruf-huruf di es baloknya tetap utuh. Untuk kali ini, Edith melakukannya dengan riang dan suka cita. Tidak seperti 10 tahun lalu ketika jaman kegelapan dalam hidupnya masih berlangsung.
Di musim yang aneh ini, matahari seringkali menaikkan volume keterikannya. Tapi dalam ‘Edith & es balok situation’, matahari memilih menaikkan standar terik ke level yang lebih tinggi. Senyuman di muka Edith sepertinya sudah mulai mencair.
Balok es. LIFE & RESPONSIBILITY. Edith memilihnya sebagai tantangan hari ini. Disaat seperti ini, kadangkala angin menjadi teman baik yang mendinginkan suhu tubuh. Tapi angin juga bisa berubah menjadi musuh, bertiup terlalu kencang dan membawa debu masuk ke dalam mata, hidung, mulut, dan telinga. Mengerti kan maksudku? Angin bukanlah selalu menjadi udara yang bertiup. Dan debu bukan selalu menjadi partikel yang terlihat.
Sore menjelang. Matahari masih terik. Seolah-olah bulatannya ingin segera menabrakan diri dengan bumi. Edith masih berlari berkeliling. Es baloknya sudah mulai mencair. Banyak. Kira-kira sudah setengah huruf menghilang. Tulisan di es balok Edith: {setengah} LIFE & {setengah} RESPONSIBILITY. Tidak ada seorangpun yang menyuruh berlari apalagi berusaha menghentikannya. Itu adalah pilihan sendiri. Edith mulai kelelahan. Mukanya masih berusaha tersenyum berharap musim dingin datang untuk membekukan es baloknya, menumbuhkan kembali huruf-huruf yang telah hilang sekaligus memberinya pilihan kata-kata baru.
Edith is a ‘life’. And she choose ‘responsibility’ to make her life [still] alive.
ami
Rabu, 28 Juli 2010
Me and Kinar's -3 Days Only- Costume Project
DAY 1
Tiga hari lagi, Kinar, gadis kecil termanis yang pernah saya temui, akan mengikuti lomba kostum bertema recycle. Seperti biasanya, jika berhubungan dengan performance, costume, fashion, bukan cuma Ambu dan Tantenya yang riweuh, Kinar pun ikut berpartisipasi dalam segala keriweuhannya. Hehe.
Setelah perbincangan singkat, akhirnya kita memutuskan akan membuat kostum burung. Bahan-bahannya disiapkan Ambu. Baru diantar tadi sore. Seharusnya malam ini Saya sudah memulai mengerjakan, tapi, ya ammpunnnnn...hari ini cape bangeeettt. Jadi akan Saya mulai kerjakan besok hari.
Kostum harus selesai hari jumat siang, karena kita telah menjadwalkan fitting di hari jumat sore. Wish me luck.
Can't wait for the final result! Cu tomorrow.

Kinar. Cute ha? [:
DAY 2
Belum ada perkembangan yang berarti. OOpps. Sepertinya malam ini tidur cepat. Bangun cepat, lalu: project MARATHON! Yeay.
DAY 3
Yesyesyes. Its a wrapped! The recycle costume with BIRD theme. Tampak ada kenarsisan ga sih? Haha.
Kostum lomba buat Kinar sudah beres. Cant wait for tomorrow.
Tadinya agak sedikit khawatir little Kinar tidak akan mau memakainya. Soalnya, temanya kan recycle jadi bahan yang dipake tuh bungkus permen sama barang-barang 'nemu'. Jadi untuk Kinar yang selalu terobsesi keglamoran Princess dan High School Musical, takutnya kostum ini terlalu 'hippie'.
Tapi ternyata TIDAK sama sekali! Yeay. Kinar malah sangat bersemangat. Apalagi setelah tau celana dan sepatunya belum finishing, dia segera ribut: "Tante Ami, tante Ami ayo dong cepet beresin kostumnya. Lombanya kan besok...."
Hehe. Kinarrr...Kinar.... besok kamu akan berpetualang menjadi burung, nak. Malam ini mimpi indah yaaaa. Smocchieeesss.
THE BIG DAY.
Pagi-pagi kita semua berangkat ke Taman Pramuka. Ternyata disana sudah banyak anak-anak berkostum recycle. I mean: ALOT! Penuh bgt. Hectic. Banyak yang bagus, apalagi kelompoknya KInar, hehe. Tapi banyak juga yang konsepnya: yaaa..yaaa...yaaa so so laaa...
The Notes:
1. Hanya untuk menyambut bapak Wakil Walikota dan rombongan, anak-anak harus berjajar selama kurang lebih setengah jam di tempat yang panas. Ceritanya mereka jadi pager bagus dan pager ayu gitu kali ya. Tapi plisss dehh, panitia, untuk momen selewat gitu aja, apa perlu bikin anak-anak kepanasan dan kecapean? Ingat: banyak yang pake kostum plastik, itu panasss lho!
2. Tema acaranya: Anak Nasional dan Lingkungan Hidup. Tapi anak-anak masih diintimidasi dengan disuruh bergaya bergaya ala top model oleh guru atau ibunya. Padahal mereka udah berkeringat dan kelelelahan. Alhasil foto yang saya dapatkan adalah foto tangan di pinggang jari di pipi tapi ekspesinya ekspresi boring dan cape. Dan ngomong-ngomong tentang tema Lingkungan Hidup, sampah-sampah bertebaran dimana-mana. Seorang ibu dengan cueknya buang sampah plastik yang gede di depan muka saya. Duh ibuuu.. ibu... BIkin kostum recycle cuma buat ikut lomba ya, Bu? Bukannya untuk menambah kesadaran daur ulang sampah. Huh.
Okey, enough curhatnya. Sekarang mari kita lihat foto-foto berikut ini:
Kinar The BIRD
ingredients: tee, legging, ballet shoes, shower cap, feathers, kain perca, bungkus permen, buttons, yellow paper.



KInar & Rara

Kinar and The Gang


Robo Banana Boy [kata Sureen]

Ekspresi Wayang dan Amazon Princess

I Love Her [:

The Cowboy

The Designer Shoes. Hehe


The Mermaid with Veil

New Type of SLR, hehe

Dan selesailah sudah Kinar's-3 Days Only- Costume Project ini. Sekolah Kinar --TK Sandhy Putra-- jadi Juara Harapan 2. Hehe. Tak apalah. Yang penting kita semua: F.U.N.
Happy Saturday all...
ami
Tiga hari lagi, Kinar, gadis kecil termanis yang pernah saya temui, akan mengikuti lomba kostum bertema recycle. Seperti biasanya, jika berhubungan dengan performance, costume, fashion, bukan cuma Ambu dan Tantenya yang riweuh, Kinar pun ikut berpartisipasi dalam segala keriweuhannya. Hehe.
Setelah perbincangan singkat, akhirnya kita memutuskan akan membuat kostum burung. Bahan-bahannya disiapkan Ambu. Baru diantar tadi sore. Seharusnya malam ini Saya sudah memulai mengerjakan, tapi, ya ammpunnnnn...hari ini cape bangeeettt. Jadi akan Saya mulai kerjakan besok hari.
Kostum harus selesai hari jumat siang, karena kita telah menjadwalkan fitting di hari jumat sore. Wish me luck.
Can't wait for the final result! Cu tomorrow.

Kinar. Cute ha? [:
DAY 2
Belum ada perkembangan yang berarti. OOpps. Sepertinya malam ini tidur cepat. Bangun cepat, lalu: project MARATHON! Yeay.
DAY 3
Yesyesyes. Its a wrapped! The recycle costume with BIRD theme. Tampak ada kenarsisan ga sih? Haha.
Kostum lomba buat Kinar sudah beres. Cant wait for tomorrow.
Tadinya agak sedikit khawatir little Kinar tidak akan mau memakainya. Soalnya, temanya kan recycle jadi bahan yang dipake tuh bungkus permen sama barang-barang 'nemu'. Jadi untuk Kinar yang selalu terobsesi keglamoran Princess dan High School Musical, takutnya kostum ini terlalu 'hippie'.
Tapi ternyata TIDAK sama sekali! Yeay. Kinar malah sangat bersemangat. Apalagi setelah tau celana dan sepatunya belum finishing, dia segera ribut: "Tante Ami, tante Ami ayo dong cepet beresin kostumnya. Lombanya kan besok...."
Hehe. Kinarrr...Kinar.... besok kamu akan berpetualang menjadi burung, nak. Malam ini mimpi indah yaaaa. Smocchieeesss.
THE BIG DAY.
Pagi-pagi kita semua berangkat ke Taman Pramuka. Ternyata disana sudah banyak anak-anak berkostum recycle. I mean: ALOT! Penuh bgt. Hectic. Banyak yang bagus, apalagi kelompoknya KInar, hehe. Tapi banyak juga yang konsepnya: yaaa..yaaa...yaaa so so laaa...
The Notes:
1. Hanya untuk menyambut bapak Wakil Walikota dan rombongan, anak-anak harus berjajar selama kurang lebih setengah jam di tempat yang panas. Ceritanya mereka jadi pager bagus dan pager ayu gitu kali ya. Tapi plisss dehh, panitia, untuk momen selewat gitu aja, apa perlu bikin anak-anak kepanasan dan kecapean? Ingat: banyak yang pake kostum plastik, itu panasss lho!
2. Tema acaranya: Anak Nasional dan Lingkungan Hidup. Tapi anak-anak masih diintimidasi dengan disuruh bergaya bergaya ala top model oleh guru atau ibunya. Padahal mereka udah berkeringat dan kelelelahan. Alhasil foto yang saya dapatkan adalah foto tangan di pinggang jari di pipi tapi ekspesinya ekspresi boring dan cape. Dan ngomong-ngomong tentang tema Lingkungan Hidup, sampah-sampah bertebaran dimana-mana. Seorang ibu dengan cueknya buang sampah plastik yang gede di depan muka saya. Duh ibuuu.. ibu... BIkin kostum recycle cuma buat ikut lomba ya, Bu? Bukannya untuk menambah kesadaran daur ulang sampah. Huh.
Okey, enough curhatnya. Sekarang mari kita lihat foto-foto berikut ini:
Kinar The BIRD
ingredients: tee, legging, ballet shoes, shower cap, feathers, kain perca, bungkus permen, buttons, yellow paper.



KInar & Rara

Kinar and The Gang


Robo Banana Boy [kata Sureen]

Ekspresi Wayang dan Amazon Princess

I Love Her [:

The Cowboy

The Designer Shoes. Hehe


The Mermaid with Veil

New Type of SLR, hehe

Dan selesailah sudah Kinar's-3 Days Only- Costume Project ini. Sekolah Kinar --TK Sandhy Putra-- jadi Juara Harapan 2. Hehe. Tak apalah. Yang penting kita semua: F.U.N.
Happy Saturday all...
ami
Sabtu, 17 Juli 2010
Momo, Let’s Eat Again!
Sarapanku pagi ini adalah sebungkus biskuit gandum dan segelas susu rendah lemak. Kemarin, beef sandwich dan satu gelas air putih. Besok, aku meramalkan: semangkuk bubur dengan toping ayam, cakue, kerupuk dan daun bawang yang segar. Kalian tahu, aku suka sekali makan. Dalam sehari aku bisa makan sampai 10 kali! Tapi kalau kalian melihatku, pasti kalian tidak akan percaya. Karena badanku kurus sekali. Aku seperti sebatang lidi dan kedua bola mataku nyaris seperti dua buah kerikil hitam yang menempel di wajah.
Alice temanku bilang: “Makananmu diambil setan. Soalnya kamu tidak pernah berdoa sebelum makan”. Aku berdoa, kok, jawabku. Padahal kadang-kadang suka lupa juga sih. Hehe. Kelupaanku ternyata telah menguntungkan para setan. Sekarang mereka gemuk-gemuk seperi babi yang baru saja menghabiskan makanan di satu kedai. Dan Alice bilang itu adalah salahku.
Kakekku bilang: “Kamu kurus karena memang sudah keturunan. Semua keluarga kita memang begitu. Malah ada satu kerabat yang badannya cuma sebesar lidi di belah dua”. Kakekku pasti bercanda. Mana ada orang yang besarnya seperti lidi dibelah dua. Dia akan seperti dandelion yang terbang hanya dengan ditiup angin semilir. Rasa-rasanya hal itu tidak bisa dipercaya.
Ibu Martha, pemilik perpustakaan di sebelah rumahku, menyuruh aku makan obat Cina. Dia bilang obat itu manjur untuk menggemukan badan dan memperbesar payudara. Aku menurutinya. Aku makan obatnya. Dan obatnya memang cukup manjur untuk membesarkan dadaku, tapi tubuhku tetap kurus. Aku jadi terlihat menggelikan. Seperti menyimpan dua buah semangka di dada. Sebatang lidi dan dua buah semangka.
***
Siang ini aku berencana makan dua potong ayam goreng, mungkin lebih. Karena aku baru saja membeli satu botol sambal yang katanya paling enak jika dimakan dengan ayam goreng. Hmmm, sudah tidak sabar menunggu siang hari. Sementara itu, aku akan melahap dulu satu loyang klapertaart beku. Air liurku menetes membayangkan kelapa-kelapa putih didalamnya. Tapi kismisnya pasti akan kusisihkan. Aku akan menyeduh teh peppermint yang hanya kuminum di saat-saat istimewa. Yummyyummm.
***
Momo berjalan menuju dapur. Kakinya terpeleset saat menginjak kulit pisang. Kepalanya membentur lemari es. Momo meninggal detik itu juga. Dia tidak akan pernah merasakan lagi dua potong ayam goreng dan satu Loyang klapertaart. Momo sekarang tertidur di sebuah peti mati sebesar kotak korek api.
ami
Alice temanku bilang: “Makananmu diambil setan. Soalnya kamu tidak pernah berdoa sebelum makan”. Aku berdoa, kok, jawabku. Padahal kadang-kadang suka lupa juga sih. Hehe. Kelupaanku ternyata telah menguntungkan para setan. Sekarang mereka gemuk-gemuk seperi babi yang baru saja menghabiskan makanan di satu kedai. Dan Alice bilang itu adalah salahku.
Kakekku bilang: “Kamu kurus karena memang sudah keturunan. Semua keluarga kita memang begitu. Malah ada satu kerabat yang badannya cuma sebesar lidi di belah dua”. Kakekku pasti bercanda. Mana ada orang yang besarnya seperti lidi dibelah dua. Dia akan seperti dandelion yang terbang hanya dengan ditiup angin semilir. Rasa-rasanya hal itu tidak bisa dipercaya.
Ibu Martha, pemilik perpustakaan di sebelah rumahku, menyuruh aku makan obat Cina. Dia bilang obat itu manjur untuk menggemukan badan dan memperbesar payudara. Aku menurutinya. Aku makan obatnya. Dan obatnya memang cukup manjur untuk membesarkan dadaku, tapi tubuhku tetap kurus. Aku jadi terlihat menggelikan. Seperti menyimpan dua buah semangka di dada. Sebatang lidi dan dua buah semangka.
***
Siang ini aku berencana makan dua potong ayam goreng, mungkin lebih. Karena aku baru saja membeli satu botol sambal yang katanya paling enak jika dimakan dengan ayam goreng. Hmmm, sudah tidak sabar menunggu siang hari. Sementara itu, aku akan melahap dulu satu loyang klapertaart beku. Air liurku menetes membayangkan kelapa-kelapa putih didalamnya. Tapi kismisnya pasti akan kusisihkan. Aku akan menyeduh teh peppermint yang hanya kuminum di saat-saat istimewa. Yummyyummm.
***
Momo berjalan menuju dapur. Kakinya terpeleset saat menginjak kulit pisang. Kepalanya membentur lemari es. Momo meninggal detik itu juga. Dia tidak akan pernah merasakan lagi dua potong ayam goreng dan satu Loyang klapertaart. Momo sekarang tertidur di sebuah peti mati sebesar kotak korek api.
ami
Jumat, 09 Juli 2010
Baby Yoko. Yoko Baby.
Ketika Ponyo sedang berlari di atas gelombang lautan dan Chihiro sedang memandikan Dewa Lumpur, saat itulah Yoko lahir. Terlahir kembali, tepatnya. Di dalam hutan, di antara kerimbunan pohon-pohon yang merundukan dahan-dahannya. Di samping seekor ular besar berlumut yang bentuknya sudah seperti dahan pohon tua. Yoko baby. Baby Yoko.
Ibu yang telah melahirkan Yoko menyanyikan desiran angin dan hujan embun yang lembut. Memeluk dengan kehangatan tanah. Tubuhnya wangi rumput basah. Menyusui dengan air susu yang kental dan gurih. Yoko tertidur dengan senyuman. Sudah lupa semua apa yang telah dia alami sebelumnya. Yoko telah merasakan berbagai cita rasa bumbu. Dan sekarang semuanya kembali ke cita rasa alam, plain and warm.
Kata Ibu, Yoko, garam itu asin dan gula itu manis. Yoko, ini vagina dan itu penis. Dan basuhlah vaginamu dengan daun sirih. Yoko, kalau kamu punya sayap, kamu akan bisa terbang. Tapi sayap itu sebetulnya adalah suatu metafora. Tanpa sayap pun kamu masih bisa terbang. Yoko, makanlah daging sapi jangan daging babi. Yoko, lebih baik kamu memakai katun daripada polyester. Yoko ini. Yoko itu. Yoko blablabla.
Yoko duduk di bawah pohon maple. Bersama seekor babi kecil yang mengantuk. Dua temannya sedang menari tap. Yoko makan buah peach yang sudah matang. Airnya sampai mengucur deras. Manis. Bibir Yoko rasanya jadi seperti manisan buah peach. Yoko menjilati bibirnya sendiri. Angin sepoi-sepoi. Setelah ikut menari bersama dua babi, Yoko pun terkulai, tertidur besama babi kesatu.
***
Hari ini adalah hari Yoko terlahir kembali. Ibu yang telah melahirkannya. Ibu bilang, world is a place with full of spices. Beruntunglah, Yoko, jika kamu merasakan semuanya. Bukan hanya yang semanis buah peach, tapi juga yang sepahit tahi babi.
***
Ibu menyanyi. Yoko memanggang kue jahe. Wangi cinnamon dan coklat panas. Yum.
ami
Ibu yang telah melahirkan Yoko menyanyikan desiran angin dan hujan embun yang lembut. Memeluk dengan kehangatan tanah. Tubuhnya wangi rumput basah. Menyusui dengan air susu yang kental dan gurih. Yoko tertidur dengan senyuman. Sudah lupa semua apa yang telah dia alami sebelumnya. Yoko telah merasakan berbagai cita rasa bumbu. Dan sekarang semuanya kembali ke cita rasa alam, plain and warm.
Kata Ibu, Yoko, garam itu asin dan gula itu manis. Yoko, ini vagina dan itu penis. Dan basuhlah vaginamu dengan daun sirih. Yoko, kalau kamu punya sayap, kamu akan bisa terbang. Tapi sayap itu sebetulnya adalah suatu metafora. Tanpa sayap pun kamu masih bisa terbang. Yoko, makanlah daging sapi jangan daging babi. Yoko, lebih baik kamu memakai katun daripada polyester. Yoko ini. Yoko itu. Yoko blablabla.
Yoko duduk di bawah pohon maple. Bersama seekor babi kecil yang mengantuk. Dua temannya sedang menari tap. Yoko makan buah peach yang sudah matang. Airnya sampai mengucur deras. Manis. Bibir Yoko rasanya jadi seperti manisan buah peach. Yoko menjilati bibirnya sendiri. Angin sepoi-sepoi. Setelah ikut menari bersama dua babi, Yoko pun terkulai, tertidur besama babi kesatu.
***
Hari ini adalah hari Yoko terlahir kembali. Ibu yang telah melahirkannya. Ibu bilang, world is a place with full of spices. Beruntunglah, Yoko, jika kamu merasakan semuanya. Bukan hanya yang semanis buah peach, tapi juga yang sepahit tahi babi.
***
Ibu menyanyi. Yoko memanggang kue jahe. Wangi cinnamon dan coklat panas. Yum.
ami
Minggu, 06 Juni 2010
"Selamat datang, Kami anak-anak yang masih mau hidup"

In my world, we're eat butterfly pups and rainbow dust. Rachel Corrie mengirimkannya setiap pagi. For free. Tapi sering juga kami memakan rumput kering atau bakso pedas dengan cabe kering didalamnya. Rachel juga yang mengirimnya. Itu kalau dia sudah bosan mencari sarang kupu-kupu atau saat hujan datang tak berhenti-henti.
In my world, the children who have died and suffered for a long time has a silver bicycle. One kid, one bike. Sepeda dengan bubuk peri ajaib. Setiap mereka bersenang hati, sepeda silvernya bisa terbang, meskipun tanpa sayap atau mesin roket pendorong untuk terbang. Dan di sini, mereka bersenang hati sepanjang hari.
In my world, there is no adult who shoot on the children, no dad who raped his daughter, and no one made sex video. Kami lebih suka piknik dan menjilati lollypop bergambar kelinci. Atau berenang di sungai tanpa baju, kadang-kadang meloncat dari tebing lalu melayang menyebrangi hutan.
In my world, people drink milk in the morning and eat food in the day time. Name of my world is: Dunia Pok Amee-amee.
In my world, Rachel Corrie is still alive and she was playing with the kids with a hole in the head or the back. The kids with no legs or no arms. Some kids, wears stripes pijama. They're so happy! And no bulldozers in here.
ami
a notes for Rachel Corrie [April, 10 1979-March, 16 2003]
Senin, 10 Mei 2010
Lola's Song, Written For My Aesthetic Subjects
Berbicara dengan suara seksi dan menggoda, membelakangi penonton sambil memakai kostum penari, backless, ada ruam-ruam merah disekitar punggung. Namaku, Lola, aku seorang penari. Kau boleh memanggilku Chocolate saat pagi hari atau jika Sugar lebih cocok untukmu untuk panggilan malam harinya, itupun tak apa. Kau boleh lakukan apapun yang kau mau. Jika kau senang, kau boleh menggosok punggungku dengan sikat kawat milikmu yang bulu-bulunya paling halus. Gosoklah dengan perlahan dan lembut. Namun tolong berhenti saat ruam-ruam merah itu telah muncul. Asal kamu tahu, itu sangat sakit. Dan perih. Dan panggil aku Sugar, jika aku terkena demam di malam harinya.
***
Lola berpakaian casual, sedang berbelanja di supermarket, dia berhenti di rak tomat. Tadi kulihat seorang perempuan muda mendorong kereta bayi. Perempuan muda yang tidak begitu cantik, jauh lebih cantik aku tentu saja, tapi diwajah perempuan itu ada aura yang sepertinya belum pernah aku lihat. Membuatnya tampak bahagia dan bercahaya. Kulihat bayi di dalam kereta itu tertawa-tawa, tapi tak lama kemudian dia merengek-rengek dan menangis keras lalu mengompol. Huh, sungguh merepotkan! Bayi , kalo menangis mirip setan, tapi…tersenyum sambil sedikit melamun kalau dia tersenyum, pasti seperti malaikat.
***
Lola dengan pakaian tidur yang seksi menari dengan buah tomat ditangannya. Buah tomat diciumi dan dijilatinya. Perlahan tomatnya diturunkan kebawah, lalu dipecahkan diantara selangkangan. Dibiarkan hancur dan meleleh. Lola mengusap biji-biji tomat yang berhamburan dipahanya dengan perasaan kasih sayang, matanya berkaca-kaca. Aku merindukan pelukan tulus seorang laki-laki di pagi hari. Bukan laki-laki yang meninggalkan recehannya di atas meja setelah dia puas menari semalaman denganku. Aku ingin laki-laki yang menjadi ayah dari anak-anakku. Dan aku…aku juga ingin mendengar tangis bayi di malam hari. Terbangun di tengah malam, menyusuinya sambil terkantuk-kantuk. Membersihkan pup nya, mengganti popoknya. Di siang hari, akan kubawa dia berjalan-jalan ke mall. Membelikannya es krim vanilla berlapis coklat dan mengajaknya ke toko mainan. Kau mau apa, sayang? Boneka Barbie atau mainan dinosaurus? Atau…aha ini dia! Satu set peralatan masak-memasak. Nanti buatkan mama makanan enak yah, anakku sayang. Dan dia akan tersenyum lebar lalu memanggilku, Mama…. Aku ini Mama! Ahahahhaa….Mama…. Lola tersenyum sambil melamun.
***
Lola kembali memakai kostum penarinya. Membelakangi penonton. Terdengar riuh suara-suara liar memanggil-manggil namanya. Lola mulai menari erotis, memainkan selendang dan kipas bulunya. Terdengar suara orang riuh bertepuk tangan dan bersuit. Lola tertawa dan tersenyum nakal. Saat menari, tiba-tiba Lola dilempari dengan celana-celana dalam bekas. Suara tawa semakin riuh. Lola berhenti menari.
Cukuuuuuuuuppppp…cukupppp semuanyaaa! Berhenttiiiiiiiiii!! Hentikannnn, tolonglah….Lola menangis, terduduk. Suara tawa masih ada. Lola masih dilempari dengan celana dalam bekas.
Lola berlutut. Rambut, kostum dan make up nya berantakan. Sebutir tomat merah segar dan mengkilap ada ditangannya. Setiap perempuan dilahirkan untuk menjadi Ibu. Ibu dengan sanggul kecil dan kebaya dari kain katun. Ibu yang memasak nasi di pagi hari dan membacakan dongeng di malam hari. Dan aku, aku adalah seorang Ibu dengan tomat merah ditanganku. Akan kucari sendiri anak-anakku.
***
Lola memakai kacamata dan berpakaian guru. Dia menengok ke jendela sambil berteriak. Hey hey hey…anak-anak! Ayo letakan kelinci-kelinci itu dikandangnya. Dan masuk kesini. Kita masih ada pelajaran. Kalau kalian masih saja nakal, Ibu akan memberi kalian hukuman seperti tadi malam. Setengah berbisik. Hukuman favoritku. Menguliti buah tomat. Seorang anak muda berpakaian murid masuk, diam di ambang pintu sambil mengelus buah tomat dengan sikat kawat. Lola tersenyum. Terdengar suara kereta api dikejauhan. Semakin lama-semakin dekat, suaranya semakin keras. Melintas dan berlalu.
ami
***
Lola berpakaian casual, sedang berbelanja di supermarket, dia berhenti di rak tomat. Tadi kulihat seorang perempuan muda mendorong kereta bayi. Perempuan muda yang tidak begitu cantik, jauh lebih cantik aku tentu saja, tapi diwajah perempuan itu ada aura yang sepertinya belum pernah aku lihat. Membuatnya tampak bahagia dan bercahaya. Kulihat bayi di dalam kereta itu tertawa-tawa, tapi tak lama kemudian dia merengek-rengek dan menangis keras lalu mengompol. Huh, sungguh merepotkan! Bayi , kalo menangis mirip setan, tapi…tersenyum sambil sedikit melamun kalau dia tersenyum, pasti seperti malaikat.
***
Lola dengan pakaian tidur yang seksi menari dengan buah tomat ditangannya. Buah tomat diciumi dan dijilatinya. Perlahan tomatnya diturunkan kebawah, lalu dipecahkan diantara selangkangan. Dibiarkan hancur dan meleleh. Lola mengusap biji-biji tomat yang berhamburan dipahanya dengan perasaan kasih sayang, matanya berkaca-kaca. Aku merindukan pelukan tulus seorang laki-laki di pagi hari. Bukan laki-laki yang meninggalkan recehannya di atas meja setelah dia puas menari semalaman denganku. Aku ingin laki-laki yang menjadi ayah dari anak-anakku. Dan aku…aku juga ingin mendengar tangis bayi di malam hari. Terbangun di tengah malam, menyusuinya sambil terkantuk-kantuk. Membersihkan pup nya, mengganti popoknya. Di siang hari, akan kubawa dia berjalan-jalan ke mall. Membelikannya es krim vanilla berlapis coklat dan mengajaknya ke toko mainan. Kau mau apa, sayang? Boneka Barbie atau mainan dinosaurus? Atau…aha ini dia! Satu set peralatan masak-memasak. Nanti buatkan mama makanan enak yah, anakku sayang. Dan dia akan tersenyum lebar lalu memanggilku, Mama…. Aku ini Mama! Ahahahhaa….Mama…. Lola tersenyum sambil melamun.
***
Lola kembali memakai kostum penarinya. Membelakangi penonton. Terdengar riuh suara-suara liar memanggil-manggil namanya. Lola mulai menari erotis, memainkan selendang dan kipas bulunya. Terdengar suara orang riuh bertepuk tangan dan bersuit. Lola tertawa dan tersenyum nakal. Saat menari, tiba-tiba Lola dilempari dengan celana-celana dalam bekas. Suara tawa semakin riuh. Lola berhenti menari.
Cukuuuuuuuuppppp…cukupppp semuanyaaa! Berhenttiiiiiiiiii!! Hentikannnn, tolonglah….Lola menangis, terduduk. Suara tawa masih ada. Lola masih dilempari dengan celana dalam bekas.
Lola berlutut. Rambut, kostum dan make up nya berantakan. Sebutir tomat merah segar dan mengkilap ada ditangannya. Setiap perempuan dilahirkan untuk menjadi Ibu. Ibu dengan sanggul kecil dan kebaya dari kain katun. Ibu yang memasak nasi di pagi hari dan membacakan dongeng di malam hari. Dan aku, aku adalah seorang Ibu dengan tomat merah ditanganku. Akan kucari sendiri anak-anakku.
***
Lola memakai kacamata dan berpakaian guru. Dia menengok ke jendela sambil berteriak. Hey hey hey…anak-anak! Ayo letakan kelinci-kelinci itu dikandangnya. Dan masuk kesini. Kita masih ada pelajaran. Kalau kalian masih saja nakal, Ibu akan memberi kalian hukuman seperti tadi malam. Setengah berbisik. Hukuman favoritku. Menguliti buah tomat. Seorang anak muda berpakaian murid masuk, diam di ambang pintu sambil mengelus buah tomat dengan sikat kawat. Lola tersenyum. Terdengar suara kereta api dikejauhan. Semakin lama-semakin dekat, suaranya semakin keras. Melintas dan berlalu.
ami
Langganan:
Postingan (Atom)
